Minggu, 19 Februari 2012

Distribusi dan Jumlah Makanan dalam Resepsi Pernikahan


Distribusi  dan Jumlah  Makanan dalam Resepsi Pernikahan

“Menu pondokan (foodstall) dalam sebuah resepsi pernikahan sekarang ini lebih banyak diburu oleh para tamu yang hadir ketimbang menu buffet.”     Itu adalah kalimat yang ambil dari salah satu artikel tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam  mempersiapkan suatu pesta pernikahan yang sukses dalam arti memuaskan semua pihak yang terlibat ( pengundang dan yang diundang ).
Siapakah yang lebih memburu makanan  pondokan dan siapakah mereka yang memburu  makanan  buffet ?   Tampaknya  ‘pesta perkawinan’ tidak bisa digeneralisasikan semudah itu;  unsur budaya daerah juga  harus masuk dalam  dalam arti dimana anda menyenggarakan pesta tersebut. Unsur lain yang perlu masuk pertimbangan adalah sebagian besar undangan anda adalah golongan usia berapa ?
Andaikan para tamu anda nanti adalah kelas menengah ke atas yang telah mulai mengurangi makanan padat dalam bentuk nasi;  entah karena tidak biasa atau sengaja menjauhi nasi karena sesuatu hal mungkin pendapat di atas adalah benar; tetapi kalau tamu anda nanti adalah mereka menengah ke bawah yang masih mengutamakan makan nasi maka pendapat tersebut menjadi tidak benar.  
Selama ini  saya  menangani  urusan  penyediaan makanan untuk pesta pernikahan di daerah Jawa Barat khususnya Kota Bandung  yang mengutamakan “nyugemakeun” tamu ..  Dengan demikian, ketersediaan makanan dalam  bentuk apapun; tetapi terutama buffet  adalah yang utama agar para tamu menjadi ‘sugema’.  Tentu saja,  pendapat diatas jadi kurang pas.. bagaimanapun dalam resepsi pernikahan menu utamanya adalah menyediakan makan prasmanan ( buffet ) dan yang lainnya dalah hanya pelengkap;  pada saat berlangsungnya pesta .. apabila makanan pondokan habis tidak dianggap sebagai aib tetapi lumrah;  lain halnya apabila makanan prasmanan ( buffet ) yang habis maka pemangku hajat  serasa mendapatkan aib yang besar.
Unsur usia tamu anda juga mempengaruhi pertimbangan penyediaan makanan; apabila sebagian besar adalah  mereka yang masih berusia muda; maka mungkin pendapat di atas masih bisa dianggap pas. 
Pertimbangan para tamu menyerbu  makanan pondokan  biasanya lebih kepada penuh atau antrian yang panjang untuk mengambil makanan prasmanan sehingga mereka  beralih ke makanan pondokan.
Satu hal yang ingin saya tambahkan adalah  memperhitungkan bahwa jumlah tamu yang hadir tidak akan sesuai dengan jumlah undangan yang disebarkan …  anda perlu mengkaji kembali siapa diri anda dan niat anda;  saya meyakini bahwa  perilaku keseharian anda mempengaruhi jumlah undangan yang akan hadir .. seandainya anda dikenal sebagai orang yang selama ini baik dan dihargai orang; maka kemungkinan besar para undangan anda akan berusaha untuk menyempatkan diri menghadiri undangan anda.  Niat anda untuk ‘tasyakuran’  jangan dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan negative; andai anda berniat  menjamu 1.000 orang maka sediakan makanan untuk sejumlah tersebut.  Keuntungannya anda akan terhindar dari aib kehabisan makanan apabila ternyata di luar dugaan mereka yang tidak anda perhitungkan tiba-tiba merasa harus menghadiri pesta anda karena penghormatannya terhadap anda sekeluarga.
Berdasarkan pertimbangan hal-hal tersebut di atas; sebaiknya apabila anda ingin pesta yang sukses dalam arti memuaskan semua pihak  maka pesanlah makanan sesuai dengan jumlah undangan untuk jenis prasmanan .. dan andai anda memperhitungkan semua tamu merasa puas setelah mencicipi maksimal dua jenis pondokan; maka jumlah porsi pondokan harus dua kali jumlah undangan yang diperkirakan akan hadir.   Apabila jumlah tamu undangan anda adalah 1.000 orang maka jumlah total pondokan  harus 2.000 porsi; tentu saja porsi ukuran pesta; misalnya mie kocok dalam ukuran 1 porsi normal bisa diperhitungkan menjadi 2 porsi dalam ukuran pesta.
Dalam adat Sunda ..  umumnya pemangku hajat adalah keluarga mempelai perempuan .. pihak keluarga mempelai pria biasanya hanya menyebutkan jumlah yg relative kecil  dalam mengemukakan jumlah saudara ayang akan turut mengantar pengantin; sekali lagi kenali lagi siapa anda karena bisa saja jumlah rombongan mempelai pria tiba-tiba membengkak .. maka apabila anda menyiapkan makanan yang pas2an atau bahkan telah dikurangi dari jumlah undangan kemungkinan anda tidak memiliki persediaan makanan untuk hal-hal yang tak terduga tersebut.
            Selama ini pihak panitia biasanya  telah menunjuk seseorang sebagai pengawas konsumsi yang akan mengontrol sisa makanan yang tersedia ..  andai  tersedia sisa makanan dalam jumlah banyak maka kepuasan anda akan bertambah karena setelah pesta anda bisa membagikan makanan ke saudara atau tetangga dekat;  akan lebih baik ketimbang anda merasa tidak tenang duduk pelaminan  karena was was takut makanan kurang.

Bandung, 20 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar